Minggu, 07 September 2008

Taufik hidayat

Taufik Hidayat


Taufik Hidayat (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981; umur 27 tahun) adalah pemain bulutangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm.

Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis dan Olimpiade pada saat yang sama. Selain itu, ia juga sedang memegang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Ia tampil di Olimpiade Beijing 2008, namun langsung kalah di pertandingan pertamanya, melawan Wong Choong Hann di babak kedua.

Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.

Pengalaman lainnya antara lain pada Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006 dan 2008) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003 dan 2005).

Ia menikahi Ami Gumelar, putri Agum Gumelar pada 4 Februari 2006.



Taufik Rebut Medali Emas Asian Games 2006

Pebulu tangkis Taufik Hidayat berhasil membalas dendam atas musuh bebuyutannya asal China, Lin Dan, sekaligus merebut medali emas tunggal putra perseorangan Asian Games di Doha, Qatar, Sabtu (9/12).

Taufik menang straight set 21-12 dan 22-20 dan ia berhasil mempertahankan medali emas di ajang Asian Games.

Menantu Ketua KONI Agum Gumelar itu mengawali duel tersebut dengan permainan tempo sedang dengan mengandalkan akurasi pukulan di depan net yang banyak menghasilkan angka.

Sebaliknya, Lin Dan, yang sebelumnya dua kali mengalahkan Taufik di nomor beregu, banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama setelah mendapat peringatan wasit karena dia banyak membuang waktu dengan minta pergantian shuttle cock.

Sebenarnya Taufik mulai terkuras di set kedua, semantara Lin Dan semakin gencar melakukan tekanan dengan menghunjamkan smes-smes kerasnya di sisi kiri Taufik.

Meskipun Taufik selalu unggul dalam perolehan angka hingga poin 12, tapi agresivitas Lin Dan mampu membuat Taufik kelabakan sehingga banyak melakukan kesalahan.

Lin Dan bahkan merebut game point lebih dulu sebelum akhirnya tersusul setelah Taufik meningkatkan tempo permainan guna merebut dua angka terakhir.



Taufik Hidayat Belum Terbendung

Unggulan ketujuh pebulutangkis putra Indonesia Taufik Hidayat bermain gemilang pada penampilan pertamanya di All England babak kualifikasi. Juara enam kali Indonesia Open itu mampu membungkam pebulutangkis Kanada Andrew Dabeka, dua set langsung 21-18 21-12, Kamis (6/3/2008). Menang Taufik lolos ke babak kedua.

Taufik, satu-satunya pengoleksi medali emas pada ajang olimpade tidak gampang menundukkan lawannya kali ini. Itu terlihat dari perlawanan Andrew yang sempat membukukan angka 18.

Tapi, Taufik bukan lawan Dabeka. Buktinya, dilihat dari data pertandingan pada set pertama dia mampu menjadi pemenang khusus dalam raihan smes yang mencapai 14. Lawannya hanya menang tujuh kali.

Dabeka memang sempat menipiskan kemenangan smes Taufik di babak kedua. Pebulutangkis non unggulan itu mampu memberikan perlawanan dengan memenangkan enam smes, sementara Taufik mengoleksi tujuh smes.

Kemenangan awal suami Amy Gumelar kali ini tapi didapatkannya dengan waktu yang lumayan cepat. Untuk menundukkan Dabeka, Taufik hanya memerlukan waktu 37 menit.

Langkah Taufik diikuti anak legenda bulutangkis Indonesia Icuk Sugiarto yang juga lolos ke babak kedua, Tommy Sugiarto. Di babak utama Tommy mampu membungkam pebulutangkis Inggris Andrew Smith 21-11 21-19.

Langkah Tommy memang mulus. Di hari pertama, dia mampu membungkam dua lawan-lawannya tanpa kehilangan satu set pun, mengalahkan Akeem Olanrewaju Ogunseye (Nigeria), dan Peter Mikkelsen (Denmark).